Fungsi Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran adalah proses membuat perencanaan, implementasi dan melakukan pengawasan untuk meningkatkan penjualan bagi perusahaan.

Ada lima fungsi manajemen pemasaran yang perlu kamu ketahui. Yaitu:

1. Fungsi distributing atau penyampaian produk

tujuan manajemen marketing distribusi

Agar barang dari produsen sampai ke tangan konsumen tentu ada proses pendistribusian barang.

Sebelum itu ada proses pengenalan produk itu dulu kepada konsumen. Bagaimana mau membeli, kalau tahu produknya saja tidak?

Contoh manajemen marketing fungsi distribusi:

Indomie adalah merk mie instan populer di Indonesia. Setiap hari Indomie memasarkan produknya lewat berbagai media, seperti TV atau internet.

Tujuannya satu, supaya brand Indomie dikenal masyarakat dan mereka mau untuk membelinya.

Kenal saja tidak cukup, maka Indomie membuat gudang-gudang distribusi di seluruh Indonesia, untuk apa?

Supaya memastikan bahwa stok indomie di warung-warung dekat kita masih ada. Percuma kan kalau permintaan tinggi tapi stok tidak ada?

Untuk itulah dibutuhkan manajemen persediaan.

2. Fungsi facilitating atau penyediaan sarana

tujuan manajemen marketing produksi

Perusahaan tentu tidak bisa memproduksi barang atau jasa jika tidak ada fasilitas yang mendukung.

Fasilitas ini bergantung dengan sektor industrinya. Untuk itu perusahaan harus membuat rancangan yang matang tentang fasilitas apa yang dibutuhkan.

Karena, harga untuk memenuhi kebutuhan tersebut tidaklah murah, jadi perlu direncanakan dengan matang.

Contoh fungsi facilitating dalam manajemen pemasaran:

Agensi digital marketing ingin memproduksi sebuah iklan suatu brand. Untuk membuat iklan tersebut para pekerja seninya harus mendapatkan fasilitas yang memadai.

Fasilitas tersebut antara lain: fasilitas produksi seperti laptop, internet, kantor yang nyaman.

Fasilitas bahan untuk membuat campaign seperti foto produk, video, dll. Jika keduanya tidak terpenuhi, tentu saja hasil iklannya akan jelek dan tidak akan mengundang konversi penjualan.

3. Fungsi trading atau jual beli

tujuan manajemen marketing trading


Tujuan utama manajemen pemasaran adalah meningkatkan penjualan dengan melakukan promosi.

Penjualan ini dinamakan trading atau aktivitas jual-beli. Setiap tahun perusahaan berusaha meningkatkan penjualan, atau mempertahankannya terutama di masa pandemi covid-19.

Dengan aktivitas jual-beli yang terjaga maka uang kas perusahaan tidak kosong, para pegawai bisa digaji dengan layak, dan perusahaan bisa meningkatkan pelayanan yang lebih baik.

Contoh fungsi trading dalam manajemen pemasaran:

Indomie menjadi merk mie instant paling top di Indonesia. Selain harganya yang terjangkau, rasanya juga enak, tak heran banyak masyarakat yang menyukainya.

Karena brand Indomie telah dikenal, dan masyarakat suka rasanya maka terjadilah proses jual-beli yang saling menguntungkan.

Konsumen bisa kenyang dengan harga murah rasa enak, perusahaan bisa mendapatkan keuntungan. Tak heran, jika indomie pemasukannya naik selama masa pandemi Corona ini.

Karena harganya yang murah dan banyak masyarakat yang nyetok persediaan beberapa bulan.

4. Fungsi research atau melakukan pengembangan lewat penelitian

tujuan manajemen marketing research

Tidak ada produk buatan manusia yang sekali jadi langsung sempurna.

Seperti smartphone dulu bentuknya gedhe dan cuma bisa buat telpon, sekarang sudah bisa seperti laptop kegunaannya. Itu semua tidak mungkin tercipta jika tidak ada divisi research and developent atau RND dari suatu perusahaan.

Penelitian ini ada di setiap divisi, dari produksi, fitur, hingga marketing. Iklan tahun ini tidak bisa digunakan di 10 tahun ke depan, karena pasar dan persaingan sudah berubah.

Contoh fungsi research di manajemen pemasaran:

Sebelum mengeluarkan uang untuk promosi besar-besaran, diperlukan research terhadap kondisi pasar terlebih dahulu.

Research itu seperti: siapa calon pembelinya? Apa jenis kelaminnya? Berapa umurnya? Berapa pendapatan bulanannya?

Produk Apple misal seperti iPhone, iPad dan Macbook. Dirancang memang untuk kalangan menengah atas, dengan desain produk simple tapi sangat powerfull.

Jadi, target marketnya sudah sangat jelas, sehingga tim pengembang produk bisa lebih spesifik dalam membuat produk yang keren.

5. Fungsi processing atau pemrosessan

tujuan manajemen marketing processing

Terakhir adalah fungsi pemrosesan. Yaitu mengubah barang mentah menjadi barang jadi.

Atau jika di industri jasa yaitu memulai pekerjaan jasa tersebut, misal kalau desain grafis ya mulai membuat desain.

Contoh fungsi processing dalam manajemen marketing:

Pak Bayu membeli teh dengan harga Rp 5.000 / bungkus, gula 1 kg yaitu 16.000. Jadi modal awal Rp 21.000.

Dapat dibuat es teh dengan harga Rp 3.000 / bungkus. Anggap saja ia bisa menjual 100 bungkus, maka untungnya sudah Rp 300.000.

Itu tadi adalah fungsi manajemen pemasaran, semoga cukup jelas dan membantu ya!


Leave a Comment