Manajemen Konstruksi

Sudah tahu apa itu manajemen konstruksi?

Perkembangan teknologi yang semakin canggih pada zaman modern seperti saat ini memang tidak bisa di pungkiri lagi.

Seperti halnya saat ini banyak proyek pembangunan infrastruktur di berbagai negara di dunia, salah satunya di negara Indonesia.

Sekarang ini pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan, sehingga adanya manajemen konstruksi bisa dikatakan sangatlah penting.

Pada kesempatan ini saya akan membahas mengenai definisi, tujuan, peran dan fungsi manajemen konstruksi.

Apa Itu Pengertian Manajemen Konstruksi?

definisi manajemen konstruksi

Secara umum istilah manajemen berasal dari kata ‘management’.

Manajemen sendiri dapat diartikan sebagai pengelolaan.

Sedangkan konstruksi merupakan sebuah kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan pembangunan.

Sehingga manajemen konstruksi diartikan sebuah ilmu pengetahuan yang di dalamnya mempelajari dan juga mempraktikkan berbagai aspek manajerial serta teknologi industri konstruksi. Sebagai modal seorang konsultan konstruksi dalam memberi nasihat di sebuah proyek pembangunan.

Apa Saja Tujuan Manajemen Konstruksi?

tujuan manajemen konstruksi

Setelah mengetahui pengertian manajemen konstruksi pada ulasan sebelumnya.

Sebelum mempelajari ilmu manajemen konstruksi.

Sebaiknya ketahui terlebih dahulu tujuan manajemen konstruksi berikut ini.

  • Untuk mengatur sebuah pelaksanaan pembangunan dalam mengelola fungsi manajemennya.
  • Untuk memperoleh hasil yang optimal bahkan sesuai dengan persyaratan pencapaian tujuan tersebut. Dengan memperhatikan mutu bangunan, biaya yang digunakan dan waktu pelaksanaannya.
  • Agar biaya proyek tidak di bebani oleh biaya ganda atau overhead dan profit. Bahkan berbagai jenjang yang tidak efisien dapat dihapuskan, jadi jalur komunikasi dapat lebih dipersingkat.

Apa Saja Peran Manajemen Konstruksi?

peran manajemen konstruksi

Ternyata manajemen konstruksi memiliki beberapa peran yang sangat penting dalam melaksanakan sebuah pembangunan. Berdasarkan beberapa tahap pelaksanaannya dibedakan menjadi empat bagian, yaitu.

1. Extended Service Construction Manajemen

Salah satu peran yang mungkin diberikan kepada menejemen kontraktor sebagai seorang kontraktor. Tentunya hal ini bertujuan untuk menghindari sebuah konflik antara kontraktor dan pihak manajemen.

Namun perlu kamu ketahui jika pihak manajemen hanya dapat bergerak sesuai dengan instruksi dari pihak ESCM atau kontraktor.

2. Agency Construction Management


Dalam tahap ini seorang manajer konstruksi berperan sebagai penghubung atau koordinator antara perancangan dengan pelaksana pembangunan.

Biasanya manajemen konstruksi akan membuat sebuah perencanaan terlebih dahulu. Dimana pemilik akan membuat sebuah kontrak terlebih dahulu kepada para kontraktor sesuai dengan paket kerjanya.

3. Guaranted Maximum Price Construction Management

Peran manajemen konstruksi selanjutnya yaitu bertindak lebih ke arah para kontraktor umum dari pada sebagai wakil pemilik. Di sini seorang konsultan tidak lagi melakukan pekerjaan konstruksi.

Namun tetap bertanggung jawab kepada pemilik mengenai waktu, biaya dan mutu pembangunan. Oleh karena itu manajemen hanya berperan sebagai pemberi instruksi pekerjaan terhadap para kontraktor kepada sub kontraktor.

4. Owner Costruction Management

Selanjutnya manajemen konstruksi profesional lebih di kembangkan lagi oleh pemilik. Jadi pihak manajemen juga bertanggung jawab terhadap manajemen proyek pembangunan yang di laksanakan.

Ada Berapa Fungsi Manajemen Konstruksi?

fungsi manajemen konstruksi

Setelah membaca beberapa ulasan pada paragraf sebelumnya pastinya kamu sudah mengetahui jika manajemen konstruksi tidak bisa terlepas dengan sebuah pembangunan.

Dalam arti manajemen yang lain proses penerapan dan pemanfaatan suatu sumber daya yang ada di suatu proyek merupakan fungsi manajemen.

Untuk mencapai tujuan proyek secara optimal dan lebih efektif serta efisien.

Berikut beberapa fungsi manajemen konstruksi yang wajib kamu ketahui.

1. Planning

Fungsi pertama adalah perencanaan dari manajemen konstruksi. Yaitu untuk menentukan berbagai hal yang harus di kerjakan dan cara pengerjaannya.

Hal ini berkaitan dengan pengambilan keputusan terhadap beberapa pilihan yang berkaitan dengan proses pembuatan konstruksi tersebut.

2. Organizing

Selanjutnya merupakan fungsi organizing yang berkaitan secara langsung dengan usaha manajemen untuk menetapkan jenis kegiatan.

Tujuan utamanya yaitu mempermudah tugas para pekerja agar lebih terorganisir , lebih efektif dan efisien.

3. Actuating

Di sini manajemen konstruksi dapat melalukan pembinaan atau pengarahan.

Memberikan pelatihan, bimbingan dan arahan akan membuat setiap tanggung jawab yang diberikan terlaksana dengan baik.

4. Controlling

Terakhir, peran manajemen ini adalah sebagai pengawas terhadap berbagai aktivitas pembangunan. Selain itu melakukan beberapa evaluasi apabila ada suatu penyimpangan di suatu divisi selama proyek berjalan.

Apabila kamu ingin menjadi seorang manager yang profesional maka di wajibkan memiliki ide agar bisa memecahkan masalah yang dijumpai.

Semoga informasi di atas bermanfaat dan dapat memberikan gambaran singkat terkait manajemen kontruksi.


Leave a Comment