Manajemen Koperasi

Manajemen koperasi adalah prinsip pengelolaan yang berdasarkan asas demokrasi dan kebersamaan.

Perusahaan bisnis dari semua jenis, baik kepemilikan, kemitraan, korporasi, atau koperasi, memerlukan penggunaan asetnya secara efektif untuk mengamankan kesuksesan finansial dan organisasi.

Meskipun keterampilan manajerial berlaku untuk semua jenis bisnis, manajemen bisnis koperasi sering berbeda dalam kompleksitas karena landasan kepemilikan dan kontrol pengguna.

Jika kamu bingung, di bawah ini adalah segala sesuatu mengenai pengertian dari manajemen koperasi.

Apa sih Pengertian Manajemen Koperasi?

apa itu manajemen koperasi 1
gambar: badungkab.go.id

Ilmu manajemen koperasi adalah pengelolaan bisnis yang dijalankan bukan oleh investor atau pemegang saham yang jauh, tetapi oleh anggota koperasi.

Metode koperasi manajemen menggunakan anggotanya untuk melakukan pengelolaan bisnis untuk mencapai sebuah tujuan sehingga anggota a secara langsung berpartisipasi dalam proses manajemen dan pengambilan keputusan bisnis.

Koperasi tumbuh dari pemikiran sosialis yang melihat pekerja semakin abstrak dan dikeluarkan dari pekerjaan mereka.

Sebaliknya, sebagai bisnis yang dimiliki dan dijalankan oleh anggota, koperasi menawarkan solusi untuk rasa ketidakberdayaan yang dirasakan orang terhadap bisnis dan ekonomi, memberi mereka kendali atas bisnis yang dimilikinya.

Pengertian Manajemen Koperasi Menurut Ahli

definisi manajemen koperasi menurut ahli
gambar: wartariau.com

Peter Davis mengungkapkan arti manajemen koperasi adalah sebuah tanggung jawab yang dikelola oleh anggota yang tergabung di dalamnya.

Para anggota inilah yang mempunyai tanggung jawab penuh dalam mengelola operasional  koperasi mulai dari nilai-nilai dan total kekayaannya.

Para anggota koperasi mengeluarkan berbagai kemampuan leadership yang dimilikinya untuk semaksimal mungkin mengembangkan koperasi yang dikelolanya dengan menggunakan pelatihan profesional dalam manajemen koperasi

Secara garis definisi manajemen koperasi menurut Peter Davis adalah sebuah kegiatan yang diupayakan untuk membantu semua anggota yang tergabung di koperasi mampu mencapai tujuan yang diinginkan.

Apa saja manfaat adanya manajemen koperasi?

manfaat manajemen koperasi
gambar: metroterkini.com

Berikut ini adalah beberapa keuntungan penting dari manajemen koperasi.

1. Sifatnya Terbuka Untuk Semua

Keanggotaan koperasi terbuka untuk semua.

Siapa pun yang memiliki kepentingan bersama dapat menjadi anggota.

Biaya keanggotaan tetap rendah sehingga semua orang dapat bergabung dan mendapat manfaat dari koperasi.

Pada saat yang sama, setiap anggota yang ingin meninggalkan koperasi bebas untuk melakukannya.

Tidak ada aturan dari manajemen koperasi yang melarang anggotanya untuk masuk atau keluar.

2. Mudah Dibentuk

Koperasi dapat dibentuk dengan mudah jika dibandingkan dengan perusahaan.

Setiap 10 anggota yang telah bergabung bersama bisa menciptakan sebuah koperasi dan mengelola manajemen koperasi bersama-sama.

3. Demokrasi

Manajemen koperasi dijalankan dengan prinsip ‘satu orang satu suara‘. Prinsip ini menyatakan bahwa semua anggota memiliki hak yang sama dalam mengelola manajemen perusahaan.

Anggota dengan jumlah uang yang paling banyak sekalipun tidak dapat mendominasi manajemen dengan membeli saham mayoritas.

4. Distribusi Surplus yang Adil


Surplus yang dihasilkan oleh anggota koperasi didistribusikan secara adil di antara anggota.

Oleh karena itu semua anggota masyarakat koperasi diuntungkan.

Lebih lanjut, anggota juga diuntungkan karena jumlah yang tidak melebihi 10% dari surplus dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan daerah di mana koperasi berada.

5. Tanggung Jawab Manajemen Terbatas

Tanggung jawab anggota dalam koperasi terbatas sejauh kontribusi modal mereka.

Mereka tidak dapat secara pribadi bertanggung jawab atas hutang masyarakat.

6. Mampu Mengelola Kredit Sendiri

Manajemen koperasi telah berkontribusi secara signifikan dalam membebaskan penduduk desa dari pinjaman bank yang berbunga tinggi.

Sebelumnya, pemberi pinjaman uang digunakan untuk membebankan tingkat bunga yang tinggi dan pendapatan penduduk desa dihabiskan untuk pembayaran bunga saja.

Manajemen koperasi memberikan pinjaman dengan suku bunga yang lebih murah dan memberi manfaat bagi masyarakat pedesaan.

Output dan Tujuan Manajemen Koperasi

output tujuan manajemen koperasi
gambar: kemdikbud.go.id

Output manajemen koperasi berarti  membangun, mendukung dan menghargai anggota berdasarkan asas kepercayaan dan saling membantu.

Adapun output dan tujuannya adalah :

  1. Koperasi berdiri sebagai perusahaan.
  2. Koperasi hadir sebagai sebuah lembaga sosio ekonomi

Unsur dalam Manajemen Koperasi

unsur manajemen koperasi
gambar: jabarekspres.com

Ada empat unsur yang dimiliki oleh manajemen koperasi yakni :

  1. Anggota koperasi
  2. Pengurus koperasi
  3. Manajer
  4. Karyawan

Konsep dan Sudut Pandang Manajemen Koperasi

konsep manajemen koperasi
gambar: induk-kud.com

Koperasi percaya bahwa manajemen koperasi tidak hanya menguntungkan dari sudut pandang manusia dan sosial, tetapi juga aset kompetitif utama bagi perusahaan.

Konsep manajemen koperasi adalah pengelolaan dan pengaturan yang berasaskan demokrasi dari seluruh anggotanya.

a. Manajemen Koperasi dari Sudut Pandang Organisasi

Sudut pandang ini menyebutkan bahwa manajemen koperasi pada prinsipnya terbentuk dan tiga unsur: anggota, pengurus, dan karyawan.

Jika ketiga unsur tersebut dapat bekerjasama dengan baik dalam mengembangkan koperasi, sudah pasti koperasi dapat berhasil.

b. Manajemen Koperasi dari Sudut Pandang Proses

Dilihat dari sudut pandang proses, manajemen koperasi lebih mengutamakan demokrasi dalam pengambilan keputusan.

Nah yang menjadi masalah adalah pada prakteknya masih jarang digunakan musyawarah untuk pengambilan keputusan. Akibatnya, manajemen koperasi ini sering dipandang kurang efisien.

c. Manajemen Koperasi dari Sudut Pandang Gaya

Terakhir, ditinjau dan sudut pandang gaya manajemen (management style), manajemen koperasi menganut gaya partisipatif (participation management), di mana posisi anggota ditempatkan sebagai subjek dan manajemen yang aktif dalam mengendalikan manajemen perusahaannya.

Telah diuraikan sebelumnya bahwa, watak manajemen koperasi ialah gaya manajemen partisipatif.

Pola umum manalemen koperasi yang partisipatif tersebut menggambarkan adanya interaksi antar unsur manajemen koperasi. Terdapat pembagian tugas (job description) pada masing-masing unsur.

Demikian pula setiap unsur manajemen mempunyai lingkup keputusan (decision area) yang berbeda.

Meskipun masih ada beberapa lingkup keputusan yang dilakukan secara bersama (shared decision areas).

Sampai di sini, sudahkah kamu memahami prinsip, tujuan dan manfaat dari manajemen operasi?


3 thoughts on “Manajemen Koperasi”

  1. Cara menentukan pembagian keuntungan antara mangement, pengurus dan anggota gimana ya kak… Jika keuntungan koperasi berlebih…

    Reply
    • tergantung kesepakatan anggota saja kak, makannya tiap tahun di koperasi kan ada rapat anggota bersama. tentukan saja disana sesuai kesepakatan, apa mau dibagi sesama anggota atau disimpan di koperasi

      Reply
  2. Apa maksudnya dari sudut pandang koperasi lebih mengutamakan demokrasi dan dari sudut gaya koperasi menganut gaya partisipasi? Tolong uraikan dan jelaskan. Terimakasih

    Reply

Leave a Comment